Penyebab Tangan Bengkak setelah Infus – Selama Anda tinggal di rumah sakit, pengobatan umumnya akan diberikan melalui infus atau infus. Sama seperti pengobatan lainnya, infus ternyata dapat meningkatkan risiko berbagai efek samping bagi kesehatan, salah satunya adalah pembengkakan pada area atau tangan yang diinfus.

Penyebab Tangan Bengkak setelah Infus

Proses infus dilakukan dengan memasukkan kateter infus yang dimasukkan ke dalam vena. Kateter ini akan berfungsi sebagai tempat pemberian obat dengan dosis yang sesuai, sehingga tim medis tidak perlu berulang kali menyuntikkan obat yang akan diberikan.

Namun, mengapa infus ini sering menyebabkan pembengkakan pada tangan? Penting juga untuk Anda rutin dalam melakukan pemeriksaan kesehatan. Anda tidak perlu khawatir mengenai biaya medical check up, karena saat ini sudah sangat terjangkau. Simak ulasan lengkapnya di artikel ini!

Proses infus diberikan untuk mempercepat proses pemberian obat terutama bagi masyarakat yang memiliki kondisi darurat. Misalnya ketika seseorang mengalami muntah, serangan jantung, stroke, hingga keracunan.

Bagi penderita penyakit ini, meminum pil dianggap cukup memakan waktu hingga obat akhirnya bereaksi. Sedangkan dengan proses infus, obat akan langsung masuk ke aliran darah dan proses pengobatan yang dibutuhkan lebih cepat. Dengan kata lain, obat akan lebih efektif bila diberikan secara intravena.

Lalu, kenapa tangan atau bagian tubuh lainnya sering bengkak saat diinfus? Untuk memasang infus, biasanya akan ditusukkan jarum ke pembuluh darah vena di tangan, siku, atau punggung tangan. Setelah jarum terpasang, kateter akan didorong melalui jarum. Kemudian, jarum dicabut dan kateter tetap berada di vena.

Namun, memasukkan kateter ke dalam pembuluh darah tidaklah mudah. Dalam beberapa kondisi, tim medis harus melakukan beberapa kali tusukan jarum untuk mendapatkan pembuluh darah yang tepat. Jika hal ini terjadi, tentunya pembuluh darah bisa mengalami pembengkakan yang disertai dengan pembengkakan pada tempat infus.

Tidak hanya itu, proses infus juga dapat menimbulkan efek samping, seperti infeksi. Infeksi dapat terjadi di tempat suntikan. Tanda-tanda infeksi di tempat suntikan yang harus diwaspadai termasuk pembengkakan pada tangan yang diinfus, nyeri, dan kemerahan. Gejala yang lebih parah bisa berkisar dari demam hingga menggigil.

Pembengkakan pada area infus juga bisa disebabkan oleh penyebab lain. Seperti kerusakan pada pembuluh darah. Vena dapat rusak selama penggunaan intravena.

Ketika ini terjadi, obat dapat bocor ke jaringan yang paling dekat dengan pembuluh darah. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan jaringan. Beritahu dokter Anda segera jika Anda mengalami pembengkakan disertai rasa sakit dan kehangatan di tempat suntikan.

Namun jangan khawatir, biasanya tim medis akan melakukan tindakan pencegahan yang tepat agar kondisi ini tidak terjadi. Proses infus harus dilakukan dengan hati-hati dan steril agar kondisi ini dapat dihindari.

Dampak Lain Menggunakan Infus

Selain bengkak pada tangan yang menerima suntikan IV, ada beberapa efek samping lain yang bisa dialami akibat penggunaan infus, seperti:

  1. Emboli Udara

Emboli udara juga bisa terjadi akibat jarum suntik kosong atau kantong infus. Jika kantung infus mengering, ada kemungkinan gelembung udara bisa masuk ke pembuluh darah.

  1. Pembekuan Darah

Selain emboli udara, obat intravena juga bisa menyebabkan pembekuan darah. Gumpalan darah yang tidak ditangani dapat menyumbat pembuluh darah dan menyebabkan masalah kesehatan lainnya.

Namun, secara umum efek samping dari penggunaan intravena sangat jarang. Untuk itu, jangan lupa untuk selalu mengomunikasikan kondisi kesehatan Anda ke dokter, seperti riwayat alergi, sebelum memasang infus.

Mungkin itu saja informasi yang dapat kami sampaikan untuk Anda semua, semoga informasi diatas dapat bermanfaat untuk Anda semua. Kunjungi situs Plazamedis.id untuk mendapatkan berbagai macam penawaran harga medical check up dengan sangat terjangkau, semoga bermanfaat.