Pengidap HIV Cenderung Terkena Fistula Ani – Orang dengan human immunodeficiency virus, juga dikenal sebagai HIV, dikatakan rentan terhadap berbagai penyakit, termasuk fistula ani. Pasalnya, infeksi virus ini menyebabkan daya tahan tubuh menjadi lemah, sehingga penyakit lain pun bisa dengan mudah muncul sebagai komplikasi. HIV tidak boleh dianggap enteng.

Pengidap HIV Cenderung Terkena Fistula Ani

Fistula ani merupakan pemicu terbentuknya saluran kecil antara ujung usus dan kulit di sekitar anus. Ada banyak hal yang bisa menyebabkan kondisi ini, termasuk riwayat penyakitnya. Fistula ani biasanya disertai dengan penyakit seperti TBC, penyakit Crohn, penyakit menular seksual, kanker, dan infeksi HIV. Agar lebih jelas, simak penjelasan mengenai ani fistula pada artikel berikut ini!

Ketahui Penyebab dan Gejala Fistula Ani

Fistula ani umumnya disebabkan oleh infeksi pada kelenjar anus sehingga menimbulkan nanah atau abses. Seiring waktu, tumpukan nanah akan membentuk saluran di bawah permukaan kulit dan menyebabkan infeksi. Gejala utama penyakit ini adalah nyeri pada anus dan lendir atau darah saat buang air kecil atau besar.

Selain itu, penyakit ini juga bisa ditandai dengan perubahan warna kulit di sekitar anus menjadi merah, gatal dan nyeri. Fistula ani juga sering menimbulkan rasa sakit yang mengganggu saat duduk atau saat buang air besar dan buang air kecil, demam dan mudah merasa lemas.

Tumpukan nanah yang meningkatkan risiko penyakit ini dapat mengering dengan sendirinya atau setelah perawatan medis. Risiko infeksi yang menyebabkan fistula ani tinggi pada orang dengan gangguan kekebalan, termasuk HIV. Risiko infeksi juga meningkat pada orang yang telah menjalani kemoterapi atau radiasi untuk mengobati kanker usus besar.

Selain infeksi dan kelemahan sistem imun, fistula ani juga bisa muncul sebagai komplikasi radang usus. Ada beberapa kondisi kesehatan dan masalah pada usus yang dapat meningkatkan risiko fistula ani, seperti divertikulitis atau infeksi yang terjadi pada kantong di sisi usus besar. Selain itu, fistula ani juga bisa terjadi akibat penyakit Crohn, yang menyebabkan peradangan pada dinding saluran pencernaan.

Fistula ani juga dapat terjadi karena faktor lain, seperti kanker dubur, kanker usus besar, borok di sekitar anus, penyakit menular seksual, dan komplikasi dari operasi. Tuberkulosis juga dapat meningkatkan risiko fistula ani karena bakteri yang menginfeksi paru-paru dapat menyebar ke bagian tubuh lain, termasuk saluran pencernaan.

Pada kasus yang parah, penyakit ini mungkin perlu diobati dengan prosedur pembedahan. Karena itu, segera periksa ke rumah sakit untuk di beritahu cara mengobati fistula ani jika Anda mengalami gejala yang mirip dengan penyakit ini. Semakin dini diobati, semakin kecil risiko komplikasi. Fistula ani yang sangat parah bisa sangat mengganggu dan membuat pasien merasa tidak nyaman.