Pencernaan Lancar Saat Puasa – Padahal, puasa memang akan menyehatkan tubuh jika dilakukan dengan benar dan menjaga penyerapan nutrisi dalam tubuh. Namun, saat berpuasa, ada orang yang justru mengalami gangguan kesehatan tertentu, termasuk Konstipasi atau Konstipasi.

Pencernaan Lancar Saat Puasa

Bisa dibilang Konstipasi merupakan salah satu penyakit yang menjadi “langganan” banyak orang di bulan puasa. Lantas, bagaimana caranya agar pencernaan tetap lancar saat berpuasa?

Kenali Gejala Konstipasi

Buang air besar (BAB) lebih jarang dari biasanya (kurang dari tiga kali seminggu) adalah gejala utama Konstipasi. Namun, pasien mungkin juga mengalami gejala lain, seperti:

  • Sakit perut.
  • Harus mengejan saat buang air besar.
  • Merasa belum selesai setelah buang air besar
  • Rasanya seperti ada sesuatu yang tersangkut di rektum atau ujung usus.
  • Kotoran terlihat kering, keras atau kental.
  • Pada anak-anak, masalah pencernaan ini bisa berupa lesu, mudah tersinggung, gelisah, dan ada noda kotoran di celana.

Lihat penyebabnya

Gangguan pencernaan biasanya terjadi ketika tinja bergerak terlalu lambat melalui sistem pencernaan dan tidak dapat dikeluarkan secara efektif dari rektum. Akibatnya, tinja akan menjadi keras dan kering, sehingga sulit dikeluarkan dari rektum.

Penyebab Konstipasi sendiri meliputi banyak hal. Mulai dari perubahan pola makan, kurang olahraga, efek samping obat, hingga gangguan mental. Namun, ada dua hal yang menjadi penyebab Konstipasi di bulan puasa, yaitu kekurangan serat dan kekurangan cairan tubuh.

Kurang serat

Perubahan pola makan saat berpuasa menyebabkan banyak orang kurang memperhatikan asupan makanannya, terutama serat. Padahal, nutrisi yang satu ini sangat penting dalam sistem pencernaan. Serat dapat meningkatkan kemampuan peristaltik usus dan membuat dinding usus lebih mengembang. Dengan begitu, sisa makanan bisa dengan mudah dicerna dan tidak harus berlama-lama di usus.

Kurang minum

Konstipasi saat puasa juga bisa disebabkan oleh kekurangan cairan tubuh. Tubuh tidak terhidrasi dengan baik, bahkan seringkali menyebabkan banyak orang mengalami Konstipasi. Bagaimana mungkin? Air memainkan peran yang sangat penting, air melarutkan nutrisi dan mengangkut sisa makanan ke sistem ekskresi tubuh. Nah, jika tubuh mengalami dehidrasi, sisa makanan akan sulit diturunkan ke sistem ekskresi tubuh.

Tips melancarkan pencernaan saat puasa

Cara melancarkan pencernaan saat puasa sebenarnya sederhana. Kita hanya perlu melakukan upaya untuk melakukan perubahan gaya hidup, terutama yang ditujukan untuk kesehatan pencernaan. Nah, berikut ini tips melancarkan pencernaan di bulan puasa.

  • Pastikan kebutuhan cairan tubuh terpenuhi. Minum banyak air untuk mengisi kembali cairan tubuh yang hilang. Pada prinsipnya, orang dewasa membutuhkan sekitar dua liter per hari atau setidaknya 8 gelas per hari, yang setara dengan 250 mililiter per gelas. Jadi tidak hanya delapan gelas sehari.
  • Perbanyak makanan yang mengandung serat, seperti buah dan sayuran, biji-bijian, biji-bijian, kacang-kacangan, gandum, dan beras merah.
  • Konsumsi yogurt untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan.
  • Hindari produk susu, kafein, dan rokok.
  • Jangan menunda keinginan untuk buang air besar dan mulai mengatur gerakan usus.
  • Berolahraga secara teratur minimal 30 menit setelah atau sebelum berbuka puasa, dengan intensitas ringan hingga sedang. Olahraga tidak hanya membuat tubuh bugar, tetapi juga dapat memperlancar sistem pencernaan.
  • Jangan sembarangan mengonsumsi obat pencahar tanpa anjuran dokter.

Mungkin hanya ini informasi yang dapat kami berikan mengenai Pencernaan Lancar Saat Puasa di atas ini, jika anda ingin mencari informasi lainnya seperti mengenai cara mengobati fistula ani anda bisa lihat di website kami, semoga bermanfaat.