Diagnosis Penyakit Fistula Ani – Untuk mendiagnosis fistula ani, dokter akan menanyakan gejala yang dialami dan riwayat kesehatan pasien. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada anus dan area di sekitarnya. Dokter akan memeriksa tanda-tanda iritasi pada anus dan sekitarnya, melihat apakah ada lubang kecil di dekat lubang anus yang mengeluarkan nanah saat ditekan, dan melakukan pemeriksaan colok dubur untuk mendeteksi fistula anus untuk memastikan.

Diagnosis Penyakit Fistula Ani

Beberapa fistula hanya dapat dideteksi dengan pemeriksaan fisik, tetapi yang lain tidak menunjukkan tanda-tanda pada permukaan kulit dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Berikut ini adalah beberapa jenis pemeriksaan yang diperlukan untuk memastikan diagnosis fistula ani:

  • Proktoskopi, pemeriksaan menggunakan alat khusus dengan lampu di ujungnya, untuk melihat kondisi di anus
  • Pemeriksaan fistula, pemeriksaan menggunakan alat dan pewarna khusus, untuk menentukan lokasi duktus dan abses fistula
  • Anoscopy, pemeriksaan dengan alat khusus yang berbentuk seperti spekulum anus, untuk melihat kondisi di liang anus
  • Kolonoskopi, pemeriksaan di mana tabung kamera dimasukkan melalui anus untuk melihat kondisi usus besar dan penyebab fistula ani

Pengobatan fistula ani

Perawatan atau cara mengobati fistula ani, untuk fistula ani berfokus pada pembuangan nanah dan menghilangkan fistula sekaligus melindungi sfingter ani (otot yang mengontrol pembukaan dan penutupan anus).

Fistula ani diobati dengan pembedahan. Berbagai jenis operasi untuk mengobati fistula ani meliputi:

  1. Fistulotomi

Langkah bedah ini dipilih jika lokasi fistula ani tidak atau hanya sedikit berhubungan dengan sfingter. Fistulotomi dilakukan dengan membuka kulit dan otot-otot saluran fistula anus, membersihkan area tersebut dan membiarkannya terbuka untuk memungkinkan penyembuhan alami terjadi dari dalam.

  1. Penyumbatan fistula

Prosedur ini dilakukan setelah nanah terkuras. Pada prosedur ini, saluran fistula ditutup dengan bahan khusus yang dapat diserap oleh tubuh hingga fistula akhirnya tertutup.

  1. Instalasi Seton

Dalam prosedur ini, bahan seperti benang (seton) dimasukkan melalui lubang fistula untuk membentuk simpul, memungkinkan saluran fistula melebar dan nanah mengalir dari abses.

Tingkat keketatan benang akan disesuaikan oleh dokter untuk menutup saluran fistula selama masa pemulihan. Ketika saluran ditutup, kabel dilepas. Pada umumnya kawat seton dipasang selama 6 minggu.

Mungkin hanya ini informasi yang dapat kami berikn semoga informasi diatas dpat bermanfaat bagi anda semua ya.