Cara Mengatasi Sulit BAB Saat Hamil – Sembelit sering terjadi selama kehamilan dan hampir tiga dari empat wanita hamil akan mengalami sembelit dan masalah usus lainnya. Dalam banyak kasus, buang air besar yang sulit selama kehamilan tidak akan berlangsung lama. Namun, dalam kasus yang jarang terjadi, sembelit yang berkepanjangan dapat menyebabkan impaksi tinja, yang mungkin perlu diangkat oleh dokter.

Cara Mengatasi Sulit BAB Saat Hamil

Terus menggunakan jenis pencahar tertentu juga dapat menyebabkan usus “lupa” bagaimana mendorong tinja melalui usus. Obat ini juga bisa menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit atau cairan pada beberapa orang dan bisa berbahaya jika dialami oleh ibu hamil.

Selama kehamilan, ibu dapat meredakan sembelit dengan menggunakan metode pengobatan alami yang dapat dilakukan di rumah, seperti:

  • konsumsi serat. Mengkonsumsi suplemen serat atau makan lebih banyak makanan kaya serat, seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian, dapat meningkatkan jumlah tinja dan memudahkan perjalanannya melalui usus. Orang dewasa lainnya juga harus makan antara 28 dan 34 gram serat setiap hari.
  • Air minum. Minum cukup air penting untuk membuat tinja lunak dan mudah dikeluarkan. Jika menurut Anda air tidak akan membantu, Anda dapat mencoba menambahkan sup bening, teh, dan jus buah atau sayuran.
  • Bergerak lebih sering. Menjadi aktif juga dapat membantu buang air besar selama kehamilan karena membantu tinja melewati usus. Berolahraga secara teratur, dengan persetujuan dokter, sangat dianjurkan. Misalnya, ibu bisa mencoba jalan-jalan santai setiap hari.
  • Konsumsi probiotik. Jutaan bakteri sehat hidup di usus dan membantunya berfungsi dengan baik. Probiotik dapat membantu mengisi kembali bakteri usus dengan strain sehat yang mendorong buang air besar secara normal dan teratur sehingga dapat mengatasi sulit buang air besar selama kehamilan. Makanan tinggi probiotik ini termasuk yogurt, asinan kubis, dan kimchi.

Baca Juga : Cara Mengobati Fistula Ani

Obat Mengatasi BAB Sulit Saat Hamil

Sangat penting bagi wanita hamil untuk berbicara dengan dokter mereka sebelum minum obat apa pun, termasuk obat pencahar atau perawatan sembelit lainnya. Wanita hamil juga disarankan untuk menemui dokter jika gejala tambahan berkembang, termasuk:

  • Sakit perut.
  • Memakan waktu lebih dari 1-2 minggu.
  • Pendarahan dari rektum.
  • Tidak ada kelegaan setelah menggunakan obat pencahar.

Untuk wanita yang mengonsumsi vitamin prenatal yang tinggi zat besi, dokter mungkin menyarankan untuk mencoba vitamin yang rendah zat besi. Perawatan medis utama untuk sembelit adalah konsumsi obat pencahar. Wanita hamil biasanya dapat dengan aman menggunakan jenis pencahar berikut selama kehamilan:

Agen Pembentuk Massal

Zat pembentuk massal meniru serat dengan menambahkan bahan ke tinja dan membantunya menyerap lebih banyak air. Dengan cara ini, mereka membuat tinja lebih besar, lebih lembut dan lebih mudah untuk dikeluarkan. Jenis pencahar ini dapat menyebabkan kram atau ketidaknyamanan, jadi ibu harus memulai dengan dosis rendah dan memastikan mereka memiliki banyak air.

Pelunak Fases

Pelunak feses akan menambahkan air ke feses agar lebih lembut dan nyaman untuk dikeluarkan. Pelunak feses yang paling sering direkomendasikan dokter untuk ibu hamil adalah docusate.

Pencahar Pelumas

Pencahar pelumas menambahkan lapisan licin ke tinja atau lapisan saluran usus untuk membantu tinja meninggalkan tubuh. Supositoria gliserin adalah jenis pencahar pelumas. Penting untuk selalu berbicara dengan dokter sebelum menggunakan supositoria, terutama selama kehamilan.

Pencahar osmotik

Dengan menarik lebih banyak air ke dalam usus, obat pencahar ini membantu melunakkan tinja. Mereka juga memungkinkan usus berkontraksi lebih banyak untuk memindahkan tinja. Namun, pencahar jenis ini juga bisa menyebabkan kram dan perut kembung. Contoh pencahar osmotik termasuk polietilen glikol dan magnesium hidroksida.